BeritaPeresmian Arca Moko

Kamis, 28 oktober 2021 Kantor Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan (KCDKP) Alor bekerjasama dengan Yayasan TAKA melakukan kegiatan Peresmian Arca Moko di Desa Pulau Buaya, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini juga didukung dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah Alor, Masyarakat Desa Pulau Buaya, Kepala Polres dan Dandim 1622 Alor, Yayasan WWF Indonesia beserta Pemerintah Kabupaten Alor.

Peresmian Arca Moko atau Moko Corner di Pulau Buaya merupakan kegiatan yang dilakukan sebagai upaya restorasi ekosistem terumbu karang yang rusak akibat kegiatan perikanan tidak ramah lingkungan. Metode restorasi yang dipakai adalah dengan program pengembangan terumbu buatan rockpile. Metode rockpile metode yang memberikan substrat buatan yang lebih kokoh pada lokasi hamparan rubble (patahan karang mati) untuk memberikan kesempatan planula hewan karang dan biota bentik lainnya menempel pada substrat tersebut secara alami.

Pulau Buaya sendiri merupakan desa dipilih menjadi lokasi restorasi karena memiliki kriteria yang sesuai menurut Fox (2020), dimana lokasi sudah bebas dari penangkapan ikan dengan bahan peledak, tersedia terumbu karang yang sehat sebagai sumber organisme karang untuk pasokan larva, serta kualitas perairan yang baik. Pulau Buaya juga termasuk salah satu lokasi yang berada di Kawasan Konservasi Suaka Alam Perairan (SAP) Selat Pantar dan Laut Sekitarnya. Lokasi ini menjadi bagian dari zona pemanfaatan pariwisata karena memiliki potensi wisata biota laut karismatik seperti, lumba-lumba, paus, penyu, hiu tikus dan jenis hiu lainnya.

“Kegiatan restorasi terumbu karang di Pulau Buaya merupakan salah satu upaya yang di inisiasi agar mampu memperbaiki ekosistem yang telah rusak dengan harapan bisa menjadi potensi wisata bahari yang menjanjikan di Pulau Buaya” terang Maula Nadia selaku Direktur Eksekutif Yayasan TAKA.

Kepala Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan (CDKP) Provinsi Nusa Tenggara Timur Wilayah Kabupaten Alor bapak Muhamad Saleh Goro pada saat acara, dengan optimis menuturkan “Peresmian Arca Moko merupakan hasil kegiatan kolaboratif dan menjadi sebuah isyarat bahwa relief moko dan struktur batu kapur yang menarik dan diturunkan didasar perairan bisa menjadi deklarasi awal masyarakat untuk mendukung keberlanjutan ekosistem”.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk membuka peluang mata pencaharian alternatif bagi masyarakat Desa Pulau Buaya dengan menjadikan Arca Moko sebagai daya tarik destinasi wisata. Selain itu juga diharapkan bisa mengubah persepsi masyarakat umum terhadap Desa Pulau Buaya yang dikenal karena beberapa oknum yang tertangkap melakukan kegiatan perikanan yang merusak lingkungan.